Mendadak Operasi

Perasaan antara kaget,cemas dan takut itulah yang saya alami pada tanggal 3 September 2013. Bagaimana tidak, Khansa Inas Irtiza putri kami yang kedua didiagnosa oleh dokter appendikotomi dan harus menjalani operasi pada hari Rabu tanggal 4 September 2013 pukul 05.30 WIB. Antara siap dan tidak siap, tidak ada opsi lain bagi saya karen dokter memberitahukan waktu itu sudah pukul 22.00 WIB, saya sendiri sudah tidak bisa mencari second opinion untuk menelpon saudara atau cari info karena sudah malam dan waktunya orang untuk beristirahat.

Sebetulnya anak saya opname pada hari jum’at tanggal 31 Agustus 2013 dengan diagnosa Typus karena sudah sejak semalem anak saya panas dan waktu cek darah lekosit sudah 18.000, setalah 3 hari berada di rumah sakit suhu tubuh sudah stabil, akan tetapi Khansa mengeluh sakit perut, memang sekitar 1 minggu sebelum opname Khansa selalu bilang bahwa perutnya sakit akan tetapi setiap kali mau periksa selalu mengatakan bahwa sakitnya sudah hilang. Khansa berumur 8 tahun, jadi belum bisa menerangkan seperti apa sakit perutnya. Karena keluhan itu maka dokter mulai pemeriksaan bagian dalam dengan foto Rontgen pada tanggal 2 September 2013 hasilnya tidak terlihat jelas, kemudian diulang pada tanggal 3 September 2013 sebelumnya diminta untuk minum barium sulfat pukul 02.00 wib dan puasa sampai pukul 08.00 sampai saat pengambilan foto Rontgen. Hasil foto tersebut baru malam sekitar pukul 21.00 di baca oleh dokter bedah anak dan beliau menerangkan bahwa memang ada sesuatu di dalam usus anak, yang infeksi tersebut menyebabkan si anak sering panas dan tidak doyan makan. Setelah itu kami konsul dengan dokter anak pada pukul 22.00 WIB dokter tersebut menyarankan untuk operasi. Operasi akan dilakukan pukul 05.30 maka pukul 11.00 malam itu Khansa sudah harus mulai puasa.

Saya sendiri tidak sampai hati untuk mengatakan bahwa besok harus operasi, saya hanya mengatakan bahwa besok akan di cek lagi, biar tidak sakit lagi dan harus puasa tapi tidak tau nanti buka puasanya jam berapa karena buka puasanya besok harus nunggu pergerakan usus. Khansa anak yang cukup mengerti dan tidak rewel. Malam itu Khansa bisa tidur nyenyak dan pukul 05.00 sudah bangun, ganti baju dan pukul 05.30 sudah di jemput menuju ruang bedah, sampai di sana dokter sudah menggunakan baju dinas operasi, dokter mengatakan operasi sekitar 1 jam, kemudian saya mengantar Khansa sampai ruang operasi untuk melihat saat Khansa di bius. Tak berapa lama sekitar 30 menit operasi sudah selesai, dokter menujukkan ada sesuatu yang menghitam di dalam usus anak saya dan anak dibawa ke Laboratorium untuk di periksa, semoga memang benar-benar itu penyakitnya yang telah diangkat oleh dokternya. Menunggu sekitar 1 jam di ruang transit kemudian Khansa di bawa ke bangsal dan alhamdulillah malam hari sekitar pukul 21.00 WIB sudah boleh minum susu dan pagi hari makan jenang sumsum.

Proses pemulihan pasca operasi selama 3 hari dan Khansa keluar dari Rumah sakit hari Sabtu 7 september 2013. Saat ini Khansa sudah mulai sekolah lagi akan tetapi selama 1 bulan tidak bolek naik, sepeda, lari-lari dan angkat-angkat dahulu.
Semoga Allah seanatiasa berikan kesehatan kepadamu putriku……….

Iklan

Wukuf di Afarah

Lebaran haji tahun ini (1434 H-2013)  terasa begitu berbeda bagiku. Tahun ini adalah tahun pertama setelah kami melaksanakan Ibadah haji. Masih lekat dalam ingatanku bagaimana suasana yang saya jalani satu tahun yang lalu. Saya dan suami mempersiapkan mental dan fisik kami untuk hari Arafah. Arafah bisa diartikan seperti simulasi saat kelak kita semua akan dikumpulkan di Padang Maksyar. Al Hajju Arafah (Haji adalah Arafah) . Setelah makan siang dan Sholat kami dipimpin oleh Ustad untuk doa wukuf yang kami lakukan dari tergelincir matahari hingga matahari terbenam. Air mata ini tidak berhenti mengalir, dari mulut kami hanya keluar kalimat memohon ampun dan memujiMU tidak pernah ada harapan kecuali terampuninya dosa-dosa yang telah kami lakukan, karena Engkau telah berjanji Ya Rabb  diantara dosa-dosa terdapat beberapa dosa yang tidak terhapus kecuali oleh wukuf di Arofah. Kini setelah 1 tahun, kumandang takbir yang kami lantunkan membuat hatiku tergetar, airmataku mengalir mengingat akan kebesaranMu Ya Rabb…….Terima kasih Ya Rabb Engkau telah berikan kesempatan kepada kami untuk sampai di Arafah untuk bermunajat, berdoa, menangis menyesali segala dosa yang telah kami perbuat . Ampuni kami Ya Allah, Jadikan Haji kami mabrur, Sa’i yang diterima, Ampunan atas segala Dosa, Amal sholeh yang dikabulkan, Aamiin.

dosa yang tidak dapat dihapus kecuali oleh wukuf di Arafah – See more at: http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-ibadah/keutamaan-arafah-1/#sthash.itDZJwUT.dpuf
dosa yang tidak dapat dihapus kecuali oleh wukuf di Arafah – See more at: http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-ibadah/keutamaan-arafah-1/#sthash.itDZJwUT.dpuf